Buku Memutar Kiblat Demokrasi: Dari Dorongan Nafsu ke Tuntunan Wahyu dan Akal mengajak pembaca meninjau kembali sejarah, hakikat, dan arah demokrasi dunia maupun Indonesia melalui perspektif sejarah, filsafat, agama, dan kebangsaan. Demokrasi dipahami bukan sekadar mekanisme perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk mewujudkan keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab bersama. Buku ini membahas paham-paham yang membentuk demokrasi modern, perkembangan demokrasi nasional, pemikiran KH. Wahab Chasbullah, dasar demokrasi dalam Al-Qur’an, takwa sosial, ta’aruf, tuntunan memilih pemimpin, serta berbagai persoalan dalam pelaksanaan pemilu dan penegakan hukum. Praktik demokrasi yang dikuasai kepentingan, ambisi, dan hawa nafsu dikritisi dengan menegaskan pentingnya wahyu, akal sehat, moralitas, hukum, dan Pancasila sebagai pedoman. Pembahasan juga mencakup demokrasi perwakilan, peran oposisi, politik luar negeri bebas aktif, fikih peradaban, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Indonesia sebagai bagian dari agenda kebangkitan bangsa menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
|
Penulis |
: |
|
|
|
ISBN |
: |
|
|
|
Terbit |
: |
Juli 2026 |
|
|
Ukuran |
: |
15.5 x 23 |
|
|
Tebal |
: |
335 Halaman |
|
|
Kertas |
: |
HVS |